Korwasis Madina Adakan Halal Bihalal, Ustadz Salman Sebut Wartawan Sebagai Profesi Terhormat

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, Korporasi Wartawan Siabu Sekitar (Korwasis) yang berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengadakan sebuah acara Halal Bihalal yang bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan di antara wartawan, pemerintah, serta masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen untuk saling bermaaf-maafan, tetapi juga sebagai platform untuk menyampaikan pesan penting tentang peran wartawan dalam masyarakat.
Acara Halal Bihalal yang Menggugah
Pada hari Kamis, 9 April 2026, acara Halal Bihalal tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Panyabungan Utara dan dihadiri oleh berbagai elemen penting dari lima kecamatan. Di antara tamu undangan, terdapat Sekretaris Daerah Madina, Afrizal Nasution, yang mewakili Bupati Mandailing Natal, serta Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Koperasi Madina, dan berbagai perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kehadiran para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta pengajian ibu-ibu menambah semarak acara ini.
Dengan tema “Mempererat hubungan kekeluargaan antara sesama wartawan, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen lainnya”, acara ini berhasil menciptakan suasana yang penuh kehangatan dan kebersamaan.
Pentingnya Peran Wartawan
Di tengah acara, Ustadz Salman Ahmad Nasution menyampaikan tausiyah yang menggugah semangat. Ia menjelaskan bahwa profesi wartawan merupakan salah satu pekerjaan yang sangat mulia. Wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat.
“Selama ini, mungkin ada pandangan yang keliru bahwa wartawan itu menakutkan. Namun, saya berpendapat pandangan tersebut tidak tepat. Wartawan memiliki tugas yang sangat luhur, yaitu mengontrol dan menyampaikan informasi kepada publik,” ungkapnya dengan tegas.
Verifikasi dan Kebenaran Informasi
Ustadz Salman juga menekankan betapa pentingnya peran wartawan dalam meluruskan informasi yang mungkin belum jelas. Ia mengingatkan para jurnalis untuk selalu melakukan verifikasi sebelum mempublikasikan berita.
“Allah telah mengajarkan kepada orang-orang beriman untuk hati-hati dalam menerima informasi. Dalam Surah Al-Hujurat, kita diajarkan untuk memeriksa kebenaran suatu berita sebelum menyebarkannya. Ini sangat relevan bagi wartawan, karena berita yang tidak jelas kebenarannya dapat menimbulkan kesalahpahaman yang merugikan banyak pihak,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
Nilai Ibadah dalam Jurnalisme
Selanjutnya, ia menambahkan bahwa jika seorang wartawan menjalankan tugasnya dengan niat baik untuk menyampaikan kebenaran dan mencerdaskan masyarakat, maka pekerjaan tersebut bisa bernilai ibadah. “Pemberitaan yang baik bisa menjadi sedekah, bahkan menjadi amal jariyah jika memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Pesan tersebut memberikan dorongan bagi semua wartawan untuk melaksanakan tugas jurnalistik mereka dengan integritas dan tanggung jawab.
Membangun Sinergi dengan Pemerintah
Dalam kesempatan yang sama, Ustadz Salman juga mengajak wartawan dan seluruh masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah demi kemajuan daerah. Ia menyatakan bahwa hubungan yang harmonis antara wartawan dan pemerintah sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama.
“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan program-program pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, hubungan antara wartawan dan pemerintah seharusnya saling mendukung,” tambahnya, menekankan pentingnya sinergi dalam pembangunan daerah.
Amalan yang Tidak Pernah Merugi
Sebagai penutup tausiyah, Ustadz Salman mengingatkan hadirin mengenai tiga amalan yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai “perniagaan yang tidak pernah merugi”, yang termaktub dalam Surah Fatir ayat 29. Tiga amalan tersebut adalah:
- Membaca Al-Qur’an
- Mendirikan shalat
- Bersedekah dari rezeki yang Allah berikan
“Orang yang mengamalkan ketiga hal ini tidak akan pernah merugi, baik di dunia maupun di akhirat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an, menjaga shalat tepat waktu, dan berbagi kepada sesama sesuai kemampuan masing-masing.
Keakraban dan Harapan ke Depan
Acara Halal Bihalal tersebut berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Diharapkan, kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara wartawan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Mandailing Natal menuju arah yang lebih baik.
Melalui kebersamaan dan saling pengertian, diharapkan semua elemen dapat bersatu padu dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik. Dalam konteks ini, peran wartawan sebagai penyampai informasi yang akurat dan berimbang menjadi sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang cerdas dan terinformasi dengan baik.
Dengan demikian, acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai momentum untuk merenungkan kembali tanggung jawab dan peran masing-masing dalam pembangunan daerah.
